December 2008


First User…..itulah pasar potensial bagi marketer untuk mengenalkan dan “memaksakan” produk dan jasanya agar lebih tinggi pangsanya. Banyak sekali cara untuk mengenalkan pada first users tersebut, seperti sampling.

Ada kisah menarik yang saya alami setahun yang lalu ketika aufa (anak saya) lahir. Waktu itu kami memang berfaham ASI adalah produk yang paling didambakan oleh anak, bahkan semua ibu pasti mereferensikan penggunaan ASI. Walaupun marketer banyak “menyekoki” kita dengan produk susu yang mengandung AHA or DHA or folat or apalah…..yang kita sendiri bahkan tidak akan tahu kebenarannya. ASI dipilih istri dan saya dengan target 6 bulan ( ASI eksklusif). Langkah pertama kami memilih rumah sakit yang memang mereferensikan ASI untuk digunakan sebagai asupan bayi. Kami memilih sebuah rumah sakit ternama di kota kediri. Maaf…memang rumah sakit ini terkenal tidak profit oriented…..
Memang waktu pertama kali melahirkan, ASI istri tidak keluar dengan lancar. Tapi, pihak rumah sakit tetap “memaksa” aufa untuk minum ASI dulu. Baru setelah agak lama dan dipindah ruangan diberikan susu formula merek “X”. Kami pun menanyakan ke pihak RS dan dokter kenapa memakai merek ini. Tapi, mereka menjawab, “oh…..ini hanya sponsor kok bu, yang paling baik ya tetap asi, makanya kami memaksa bayi untuk minum dari ibunya dulu baru setelah itu ditambah susu formula agar lebih kenyang”. Waktu pulangpun kami tidak membeli merek susu formula “X” tersebut, karena merek “Y” kami rasa lebih bagus. Dan saya langsung beli ke ukuran 800gr, harganya sich mahal juga…..tp gpp, untuk anak………he
Trus karena ASI keluar lancar, saya hibahkan susu pembelian pertama tersebut ke famili…….trus…..trus

6 bulan ASI eksklusif

sekarang kami menggunakan susu formula merek “Y”,
eh…skip ke belakang lagi….
setelah 5 bulan melahirkan, ada telepon dari pihak susu “X”, tentang anak saya dan menggunakan susu apa? Alangkah kagetnya si penelpon karena aufa tidak menggunakan susu merek “X”. Ditanya kenapa…..Ya, kami jawab kandungannya ada yang kurang.
Susu X : Lho…padahal khan susu pertama kalinya merek X, kenapa dirubah, apa gak direferensikan ama dokternya.
Istri : Ndak mbak….suami saya marketer….jadi tahu trik marketing promotion.
Dan saya pun tertawa diceritain demikian.

Conclusion.
Menggaet customer terutama bayi, sangat besar potensi, karena jika sudah cocok, orang tua cenderung takut untuk melakukan brand switching… walaupun cara ini agak tidak etis. Karena ASI tetap yang paling bagus…..Brand “Y”pun sering melakukan komunikasi dengan pihak kami. Tapi, kok tidak ada promo seperti dulu lagi ya, dimana ada penukaran sendok dengan souvenir…Tapi, datanya juga tidak selengkap 3 tahun lalu, krn keponakan saya ultah 1 tahun pun ditelpon untuk diucapkan selamat ultah. Sekarang tidak.

btw….brand susu “Y” adalah dari morinaga …Child Kid (sekarang), sebelumnya pake chil mill…

Awareness adalah sesuatu yang sering dicoba oleh para marketer untuk menjaga produk dan jasanya tetap menjadi acuan oleh target pasarnya.
Televisi pun juga demikian, 5 tahun yang lalu iklan dapat tampil bebas di televisi tanpa brand stasiun TV di pojok kanan or kiri atas. Akan tetapi saat ini hampir semua stasiun Televisi menerapkan pencantuman logo meskipun saat iklan ditayangkan…….
Aufa (anak saya yg berusia 1 tahun) pun merasakan hal ini, karena kecenderungan kami menggunakan stasiun televisi tertentu.
Suatu saat saat sebuah iklan media cetak menayangkan iklan sebuah acara live dengan logo stasiun televisi di kanan atasnya, secara spontan anak saya menunjuk logo tersebut. Memang pertama saya tidak memperhatikan secara seksama, tetapi setelah saya lihat waktu iklan ditayangkan ternyata memang logo tersebut terkesan memang disengaja untuk menjaga keeksisannya/keberadaannya.
Ini adalah salah satu contoh untuk awareness dari media televisi, selain corporate identity dengan menampilkan differensiasi
uniform yang digunakan.

Penerapan awareness yang lebih dahsyat lagi adalah Carrefour, dimana logo super swalayan tersebut cenderung selalu lebih
besar or min sama dengan nama plaza or mall nya….Jadi, jangan kaget di surabaya orang bilang ” yuk ke carrefour blauran”
or “yuk ke carrefour mayjend” dimana padahal carrefour blauran adalah BG (Bubutan Gold) Junction.

Inilah dua pelajaran berharga terbaru menurut saya tentang awareness.