March 2008


Saat ini kaktuan kerja di Surabaya, pada sebuah perusahaan advertising. Tapi aufa ( The son of Kaktuan ) bersama bundanya di Tulungagung.  Jadi, sebagai ayah yang baik, kaktuan setiap minggu travelling ke Tulungagung, kaktuan bisa saja di sebut commuters. Dan banyak sekali orang yang melakukan perjalanan antar kota seminggu sekali seperti kaktuan, bahkan teman sekantor kaktuan yang hidup di jombang, setiap hari pulang ke jombang…… Kereta yang biasa digunakan adlah KRD atau Kereta Api Rel Diesel (CMIIW). Tapi, kaktuan berangkat di hari sabtunya, dengan menggunakan kerata api ekspress Rapi Dhoho, biayanya sangat murah….. lebih murah dari rokok bermerek satu pak lho… Harga tiketnya sampai tulungagung Rp. 5.500,- padahal jaraknya sekitar 150 km an………. Sangat murah bukan….. Viva PT. KAI…… Forza PT. KAI

Dengan banyaknya komuter, pemerintah hendaknya memandang sebagai peluang pertambahan income, itu pun kalau PT KAI bisa menata jalur dan jadwal keretanya agar tidak terlambat dari jadwal. Padahal jadwalnya sudah di tulis dalam satuan menit lho, semisal 15.27 or 14.25……..

Seperti di Jepang (walaupun kaktuan belum pernah kesana), jadwal sangat tepat, jadi jadwal kita akan sangat efisien dan efektif. 5 menit sebelum jadwal kita datang, trus kereta datang, trus berangkat. Belajar donk ke Jepang (tapi anggota dewan jangn menjadikan blog kaktuan sebagai alasan untuk kunker lho……….). Karena kurang bermanfaat kalo kunker, mending browsing aja……….

Back to commuters, Rute Surabaya – Sidoarjo ada juga, Surabaya – Lamongan ada, Surabaya – Kertosono ada. Tapi jadwalnya masih kurang tertata rapi. Ayo PT. KAI…… benahilah jadwalmu, tiket periksa yang bener (karena pernah sekali bayar di kondektur), interior gerbong perbaiki donk………

Semoga 5 tahun lagi, kau bisa menyamai railways di Jepang…….Amien

Advertisements

Diapers……

Apaan tuh….. mungkin enam bulan lalu sebelum aufa (putra ku) lahir belum terpikirkan untuk berkecimpung di dunia popok. Beberapa puluh tahun lalu bayi menggunakan popok dari bahan kain, sehingga akan sangat merepotkan untuk mengganti, membersihkan dan mencucinya untuk dapat digunakan kembali ( re use). Timbul  ide cemerlang orang marketing untuk menciptakan Disposable Baby Diapers (Popok sekali pake). Sehingga ada added value dimana orangtua akan lebih ringan pekerjaannya (or Asisten RT yang lebih ringan ya…).

Beberapa waktu lalu saya bertanya pada lebih dari 10 orang. Apa nama produk ini :

popok

Semua menjawab Pampers……. TOM (Top of Mind) yang luar biasa yang bisa direkatkan terhadap benak masyarakat. Walau di pasar ada sekitar lebih dari 7 merek, diantaranya : Sweety, baby happy, popoko, softlove, dan pampers sendiri. Walau penulis belum bisa menunjukkan hasil penelitian yang ilmiah, namun silahkan bertanya pada orang sekitar anda, pastilah lebih dari 90% yang akan menjawab produk tersebut di atas adalah pampers….. Dan merek apa yang bisa menggeser TOM pampers, kita tunggu aja 5 tahun mendatang (or less).

Namun dengan value yang praktis dari produk tersebut, terkadang ada anak yang memang alergi dengan produk tersebut, cobalah blogers bayangkan menggunakan sendiri, trus kencing 4x namun air kencing anda tetap dibawa ke mana2. Selain risih, tentu kata jorok akan muncul dari benak anda… So, think it wisely when giving it to your baby.

Queue ato antri di bangku kuliah dulu diajarkan cukup simpel (or sempel ya….), yang hamid ingat cuman satu, antrian itu distribusinya poison (kalo gak salah sich). Tapi hamid juga lupa apa itu distribusi poison, tapi ga papa, karena Pak Slamet (dosen hamid dulu) bilang kalo distribusi poison memiliki sifat pelupa. Jadi, wajar aja kalo sekarang hamid lupa…… heheh.

Antri di Bank merupakan hal yang mengasikkan yang hampir tiap minggu hamid lakukan di Bank, ada beberapa bank yang hamid coba sistem antriannya. Sistem antriannya ada yang udah modern dengan menekan print out no antri dan nasabah menunggu sambil duduk, seperti BII, Bank Mu’amalat, dan Bank Niaga. Namun, di Bank Niaga kita ambil no antri yang terbuat dari mika besar (biar gak di klepto….he he). Dan ada juga yang mesti ngantri dengan berjajar.

Ada 2 bank besar yang menurut hamid sangat menyiksa nasabahnya, yaitu Bank BCA dan Bank Mandiri. Nasabah mesti antri seperti bebek untuk bertransaksi di kasir. Bayangkan saja, dua bank tersebut adalah bank yang mempunyai nasabah sangat besar dibandingkan dengan bank lainnya. Hamid pernah menunggu antrian di Bank Mandiri Basuki Rachmat Surabaya sampai 50 menit (more lest lah) lamanya. Padahal hamid cuman mau nabung 200rb. Gak worth it banget ya…… tapi karena dead line kartu kredit, ya…… it’s a must.

Jadi ada dua sistem antrian di bank, yaitu antri dengan nasabah berjajar dan antri dengan nasabah menikmati tempat duduk yang nyaman. Ada plus minus diantara dua sistem tersebut.

Sistem antri dengan berjajar akan memudahkan pengawasan nasabah oleh pihak bank, jadi menghindari proyek penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Namun minusnya adalah kaki anda akan berdemo untuk duduk. Jadi kalo anda nasabah BCA or Mandiri, hamid sarankan bawa kursi sendiri.

Sistem antri dengan duduk manis akan sangat menghemat tenaga anda, dan pengawasan bank harus ekstra karena customer yang datang belum tentu satu dua orang, ada juga yg akan bertransaksi satu orang tapi membawa temen satu kompi nya. Jadi hati-hati dengan orang sekitar jika mengantri dengan sistem duduk. Jangan melamun, karena dapat dengan mudah ilmu gendam memotivasi anda.

pic source : http://rudyland.multiply.com/journal