First User…..itulah pasar potensial bagi marketer untuk mengenalkan dan “memaksakan” produk dan jasanya agar lebih tinggi pangsanya. Banyak sekali cara untuk mengenalkan pada first users tersebut, seperti sampling.
Ada kisah menarik yang saya alami setahun yang lalu ketika aufa (anak saya) lahir. Waktu itu kami memang berfaham ASI adalah produk yang paling didambakan oleh anak, bahkan semua ibu pasti mereferensikan penggunaan ASI. Walaupun marketer banyak “menyekoki” kita dengan produk susu yang mengandung AHA or DHA or folat or apalah…..yang kita sendiri bahkan tidak akan tahu kebenarannya. ASI dipilih istri dan saya dengan target 6 bulan ( ASI eksklusif). Langkah pertama kami memilih rumah sakit yang memang mereferensikan ASI untuk digunakan sebagai asupan bayi. Kami memilih sebuah rumah sakit ternama di kota kediri. Maaf…memang rumah sakit ini terkenal tidak profit oriented…..
Memang waktu pertama kali melahirkan, ASI istri tidak keluar dengan lancar. Tapi, pihak rumah sakit tetap “memaksa” aufa untuk minum ASI dulu. Baru setelah agak lama dan dipindah ruangan diberikan susu formula merek “X”. Kami pun menanyakan ke pihak RS dan dokter kenapa memakai merek ini. Tapi, mereka menjawab, “oh…..ini hanya sponsor kok bu, yang paling baik ya tetap asi, makanya kami memaksa bayi untuk minum dari ibunya dulu baru setelah itu ditambah susu formula agar lebih kenyang”. Waktu pulangpun kami tidak membeli merek susu formula “X” tersebut, karena merek “Y” kami rasa lebih bagus. Dan saya langsung beli ke ukuran 800gr, harganya sich mahal juga…..tp gpp, untuk anak………he
Trus karena ASI keluar lancar, saya hibahkan susu pembelian pertama tersebut ke famili…….trus…..trus
6 bulan ASI eksklusif
sekarang kami menggunakan susu formula merek “Y”,
eh…skip ke belakang lagi….
setelah 5 bulan melahirkan, ada telepon dari pihak susu “X”, tentang anak saya dan menggunakan susu apa? Alangkah kagetnya si penelpon karena aufa tidak menggunakan susu merek “X”. Ditanya kenapa…..Ya, kami jawab kandungannya ada yang kurang.
Susu X : Lho…padahal khan susu pertama kalinya merek X, kenapa dirubah, apa gak direferensikan ama dokternya.
Istri : Ndak mbak….suami saya marketer….jadi tahu trik marketing promotion.
Dan saya pun tertawa diceritain demikian.
Conclusion.
Menggaet customer terutama bayi, sangat besar potensi, karena jika sudah cocok, orang tua cenderung takut untuk melakukan brand switching… walaupun cara ini agak tidak etis. Karena ASI tetap yang paling bagus…..Brand “Y”pun sering melakukan komunikasi dengan pihak kami. Tapi, kok tidak ada promo seperti dulu lagi ya, dimana ada penukaran sendok dengan souvenir…Tapi, datanya juga tidak selengkap 3 tahun lalu, krn keponakan saya ultah 1 tahun pun ditelpon untuk diucapkan selamat ultah. Sekarang tidak.
btw….brand susu “Y” adalah dari morinaga …Child Kid (sekarang), sebelumnya pake chil mill…
December 14, 2008 at 6:19 am
Sebelumnya mohon maaf, jika pelayanan kami tidak lagi seperti dulu.
Memang kami kurang mengikuti perkembangan anak ibu-bapak dikarenakan menurut kami, anak anda (Aufa) sudah memiliki orang tua yang memang seharusnya merawat bayi dengan baik.
Jadi sebaiknya mohon untuk tidak lagi mengharapkan perhatian dari kami lagi. Kami masih harus mengurusi program promosi yang lain.
Apabila anak anda tidak menyukai susu, masih ada air tajin atau sereal.
June 18, 2009 at 5:51 am
wah selamat ya… Aufa mendapat persembahan terbaik dari Bundanya di 6 bulan pertama kehidupannya… sebenernya berdasarka teori, 3 hari pertama walau ASI belum keluar si anak tdk boleh dikasih susu formula, karena bayi masih punya tabungan makanan (dari waktu di kandungan bundanya) untuk 3 hari, tapi prakteknya pas anakku lahir dan ASI belum keluar akhirnya kami memutuskan untuk memberi susu formula hehe kagak tega denger baby nangis, bagusnya RSku tanya dulu apa anak dikasih formula atau berpuasa dulu… finally kami bisa ASI Ekslusif InsyaAllah 6 Bulan (Now 4,5 bulan) walaupun saya bekerja.. hebat ya? sukses for Aufa.. salam dari Tante Ida
June 18, 2009 at 5:54 am
sebenernya lagi produsen Susu formula bayi tidak boleh menelpon konsumen untuk memasarkan produknya karena ada kode etik pemasaran susu formula bayi (dari WHO), dilarang keras untuk menelpon konsumen. ntar saya cariin dasar hukumnya deh..