Awareness adalah sesuatu yang sering dicoba oleh para marketer untuk menjaga produk dan jasanya tetap menjadi acuan oleh target pasarnya.
Televisi pun juga demikian, 5 tahun yang lalu iklan dapat tampil bebas di televisi tanpa brand stasiun TV di pojok kanan or kiri atas. Akan tetapi saat ini hampir semua stasiun Televisi menerapkan pencantuman logo meskipun saat iklan ditayangkan…….
Aufa (anak saya yg berusia 1 tahun) pun merasakan hal ini, karena kecenderungan kami menggunakan stasiun televisi tertentu.
Suatu saat saat sebuah iklan media cetak menayangkan iklan sebuah acara live dengan logo stasiun televisi di kanan atasnya, secara spontan anak saya menunjuk logo tersebut. Memang pertama saya tidak memperhatikan secara seksama, tetapi setelah saya lihat waktu iklan ditayangkan ternyata memang logo tersebut terkesan memang disengaja untuk menjaga keeksisannya/keberadaannya.
Ini adalah salah satu contoh untuk awareness dari media televisi, selain corporate identity dengan menampilkan differensiasi
uniform yang digunakan.
Penerapan awareness yang lebih dahsyat lagi adalah Carrefour, dimana logo super swalayan tersebut cenderung selalu lebih
besar or min sama dengan nama plaza or mall nya….Jadi, jangan kaget di surabaya orang bilang ” yuk ke carrefour blauran”
or “yuk ke carrefour mayjend” dimana padahal carrefour blauran adalah BG (Bubutan Gold) Junction.
Inilah dua pelajaran berharga terbaru menurut saya tentang awareness.